Borneotoday.id | Pangkalan Bun

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan gaya hidup generasi muda, lantunan shalawat dan tabuhan rebana masih mampu menyatukan ratusan masyarakat dalam suasana religius yang hangat. Pemandangan itu terlihat dalam KiM Bergema Festival Habsyi 2026 yang digelar di halaman Masjid Agung Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (13/6/2026).

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut satu dekade perjalanan KiM Property tersebut diikuti sekitar 30 grup habsyi putra dan putri dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam melantunkan syair-syair Islami dan pujian kepada Rasulullah SAW.

Lebih dari sekadar perlombaan, festival ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membuka ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan kreativitas melalui seni Islami.

Wakil Direktur KiM Property, Wardiman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan keagamaan.

“Alhamdulillah kegiatan ini kami selenggarakan dalam rangka menuju satu dekade KiM Property. Tujuan utamanya untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus memberikan kegiatan positif bagi generasi muda melalui syiar Islam,” ujarnya.

Menurut Wardiman, saat ini generasi muda membutuhkan lebih banyak ruang yang dapat mendorong mereka terlibat dalam aktivitas yang membangun karakter, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Festival Habsyi 2026 sendiri lahir dari gagasan yang dibangun manajemen KiM Property bersama pendirinya, Rangga Lesmana, yang berharap peringatan satu dekade perusahaan tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan usaha, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah menunjukkan bahwa seni habsyi masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Kalimantan Tengah. Sejumlah kelompok bahkan rela menempuh perjalanan jauh menuju Pangkalan Bun demi menjadi bagian dari ajang tersebut.

Suasana kompetisi berlangsung meriah namun tetap sarat nuansa kebersamaan. Para peserta tidak hanya berlomba memperebutkan prestasi, tetapi juga menjalin silaturahmi dan bertukar pengalaman dengan kelompok habsyi dari daerah lain.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri dari Kalimantan Selatan yang dikenal memiliki tradisi habsyi yang kuat dan berkembang.

Wardiman berharap festival ini dapat menjadi agenda yang terus berkembang di masa mendatang serta mampu melahirkan lebih banyak generasi muda yang mencintai seni Islami dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

“Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah syiar Islam sekaligus sarana mempererat persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Melalui Festival Habsyi 2026, KiM Property tidak hanya merayakan perjalanan satu dekade perusahaan, tetapi juga ikut menegaskan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berbicara tentang ekonomi dan bisnis, melainkan juga tentang bagaimana menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan karakter generasi muda yang akan menjadi penerus masa depan Kalimantan Tengah.

 

F12L