Di Tengah Tekanan Anggaran, HUT Ke-69 Kalteng Jadi Momentum Agustiar Dorong Kemandirian Daerah

Borneotoday.id | Palangka Raya
Peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Kalimantan Tengah tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menegaskan arah pembangunan daerah di tengah tantangan fiskal dan tuntutan efisiensi anggaran.
Dalam upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Sabtu (23/5/2026) Pagi, Gubernur Agustiar Sabran menyoroti pentingnya membangun daerah yang mandiri dengan memaksimalkan potensi lokal dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Agustiar, kondisi ekonomi dan kebijakan efisiensi saat ini menuntut pemerintah bekerja lebih cermat tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Ia menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan pembangunan, melainkan memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Tugas kita bukan hanya melanjutkan pembangunan, tetapi memastikan Kalimantan Tengah semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Agustiar dalam amanatnya.
Tema “Betang Huma Itah” yang diangkat pada HUT ke-69 Kalteng tahun ini dinilai mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Kalimantan Tengah dalam menghadapi perubahan zaman. Filosofi huma betang disebut tetap relevan sebagai fondasi sosial dalam pembangunan daerah.

Di hadapan peserta upacara, Agustiar juga mengingatkan bahwa perjalanan Kalimantan Tengah selama 69 tahun tidak dibangun melalui proses yang mudah. Ia menyebut semangat Isen Mulang menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan pembangunan sejak awal berdirinya provinsi tersebut.
“Daerah ini dibangun bukan dengan kemudahan, tetapi dengan semangat Isen Mulang untuk bertahan dan bangkit dari berbagai tantangan,” katanya.
Selain menyoroti pembangunan dan ekonomi daerah, gubernur turut memberi perhatian pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Ia meminta anak muda Kalimantan Tengah mampu menguasai teknologi dan meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal dalam persaingan global.
Namun demikian, menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan identitas budaya daerah.
“Bangun kompetensi, kuasai teknologi, dan jaga integritas. Tetapi jangan pernah kehilangan identitas sebagai anak Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Peringatan HUT ke-69 Kalimantan Tengah turut diwarnai penganugerahan gelar adat Dayak kepada Zainul Arifin oleh Forum Koordinasi Damang Kepala Adat Kalimantan Tengah berdasarkan Kapakat Pumpung Itah Damang Kepala Adat se-Kalteng.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan panginan sukup simpan atau tumpeng bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Kalimantan Tengah.
F12L




Tinggalkan Balasan