Ziarah di Sanaman Lampang, Gubernur Kalteng Ingatkan: Sejarah Adalah Arah Masa Depan

Borneotoday.id | Palangka Raya
Di bawah langit pagi yang tenang, langkah-langkah peserta upacara menyatu dalam suasana khidmat di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Selasa (12/5/2026). Di tempat para pahlawan dimakamkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar ziarah memperingati Hari Jadi ke-69.
Upacara dipimpin langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran. Bukan sekadar agenda seremonial, momen ini menjadi ruang refleksi menghubungkan masa lalu dengan arah masa depan pembangunan daerah.
Karangan bunga diletakkan, doa dipanjatkan. Keheningan yang tercipta seolah menegaskan satu hal: perjuangan para pendahulu bukan sekadar cerita, melainkan warisan nilai.
Penghormatan yang Sarat Makna
Upacara ziarah dihadiri jajaran Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalteng. Seluruh peserta tampak mengenakan pakaian putih simbol penghormatan yang sengaja dipilih.
Bagi Gubernur, simbol tersebut bukan tanpa arti.
“Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah adalah pondasi kita dalam membangun masa depan,” tegasnya usai upacara.
Pernyataan itu menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menjadi pengingat kolektif akan akar perjuangan.
Sejarah sebagai Kompas Pembangunan
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Gubernur menilai sejarah memiliki peran strategis sebagai kompas arah pembangunan. Baginya, pengalaman masa lalu adalah referensi penting untuk menghadapi era digital dan persaingan global.
Menurutnya, daerah yang mampu menjaga nilai sejarah akan memiliki identitas yang kuat dan dari situlah daya saing dibangun.
Peringatan Hari Jadi ke-69 pun dimaknai bukan sekadar usia, melainkan momentum untuk memperkuat fondasi menuju Kalimantan Tengah yang lebih maju dan berdaya saing.
Pesan untuk Generasi Muda
Sorotan khusus juga diarahkan kepada generasi muda. Gubernur menekankan pentingnya memahami sejarah sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Kalau pondasi kuat, generasi muda juga akan kuat dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Pesan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga karakter.
Momentum Meneguhkan Arah
Melalui ziarah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan dengan berpijak pada nilai persatuan, penghormatan terhadap sejarah, serta penguatan sumber daya manusia.
Di tengah pusara para pahlawan, pesan itu terasa lebih kuat: bahwa masa depan daerah dibangun dari ingatan yang tidak pernah dilupakan.
F12L




Tinggalkan Balasan