Atasi Kesenjangan Pendidikan di Wilayah Terpencil, Mahasiswa UMS Ciptakan Inovasi Edu Solar & IoT Hub
Borneo today – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional melalui inovasi teknologi tepat guna. Kali ini, mereka memperkenalkan Edu Solar & IoT Hub, sebuah sistem pendidikan berkelanjutan yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan belajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Gagasan ini dimotori oleh Yuanda Eka Saputra, mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2023. Ia menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan ekosistem belajar mandiri yang mengandalkan tenaga panel surya sebagai sumber energi utama, dipadukan dengan teknologi Internet of Things (IoT). Tujuannya jelas: memastikan kegiatan sekolah tetap berjalan meski di daerah minim listrik dan akses internet.
“Kami mengintegrasikan energi terbarukan dengan sistem digital yang fleksibel. Berkat teknologi IoT, interaksi belajar bisa dilakukan secara online maupun offline, sehingga gap pendidikan di pelosok bisa kita pangkas,” ujar Yuanda saat memberikan keterangan pada Selasa (7/4).
Platform ini tidak sekadar menyediakan listrik, tetapi juga dilengkapi portal pembelajaran berbasis web yang memfasilitasi komunikasi antara guru dan murid. Ide ini berawal dari keprihatinan Yuanda terhadap ketimpangan fasilitas pendidikan yang masih terjadi di Indonesia hingga saat ini.
Kolaborasi Lintas Ilmu dan Tantangan Pengembangan Dalam perjalanannya, tim bentukan Yuanda ini sukses melahirkan lima karya inovasi dengan spesifikasi yang berbeda-beda. Menariknya, tim ini merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Pendidikan Biologi, Psikologi, Ilmu Gizi, hingga Fisioterapi.
Meski solid, Yuanda mengaku proses pengerjaan secara paralel ini bukan tanpa hambatan. Keterbatasan waktu dan manajemen tenaga menjadi tantangan berat karena setiap anggota memegang tanggung jawab besar pada masing-masing produk yang dikembangkan. Namun, perbedaan latar belakang studi inilah yang justru memperkaya sudut pandang mereka dari sisi teknologi, kesehatan, hingga dampak sosial-ekonomi.
Borong Medali di Ajang Nasional Keberhasilan tim UMS ini mendapat apresiasi tinggi dari Kaprodi Pendidikan Teknik Informatika, Sukirman S.T., M.T., Ph.D. Ia menyatakan rasa bangganya atas kreativitas mahasiswa yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat sekaligus berprestasi di jalur akademik.
Kerja keras tim ini berbuah manis dengan raihan lima medali sekaligus (Emas, Perak, dan Perunggu) dalam berbagai kategori, seperti teknologi, pangan, hingga lingkungan. Prestasi gemilang tersebut diraih dalam ajang bergengsi Lomba Essay Tingkat Nasional 7 (LETIN 7) dan Forum Indonesia Muda 2 (FIM 2) yang berlangsung di Universitas Janabadra, Yogyakarta, pertengahan Februari lalu.




Tinggalkan Balasan